Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintah yang paling dikenal masyarakat dan dinilai memberikan manfaat bagi penerima. Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan popularitas MBG menjadi modal bagi pemerintah untuk memperkuat kualitas pelaksanaan, meningkatkan ketepatan sasaran, dan memperluas manfaat layanan.
Peneliti Poltracking Indonesia Ahmad Ziaul Fitrauddin menilai tingginya perhatian publik terhadap MBG menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberhasilan program tersebut. Karena itu, penyempurnaan implementasi diperlukan agar kualitas pelaksanaan sesuai dengan ekspektasi masyarakat.
“Dalam teori agenda setting, saya meminjam dari McCombs and Shaw bahwasannya program apa pun yang menjadi tinggi dalam penyiaran dalam narasi, akan mengunci ekspektasi publik terhadap kualitas. Artinya ketika sesuatu itu menjadi tinggi, maka akan menjadi perhatian kualitasnya. Sebagaimana kualitasnya tentu akan menjadi ekspektasi, harus baik,” kata Zia.
Ia juga menekankan pentingnya penyempurnaan program prioritas agar manfaatnya menjangkau kebutuhan nyata masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.
“Jadi penyempurnaan akurasi program prioritas pemerintah ini harus dilakukan secara konsisten baik itu, jangan hanya program mercusuarnya tapi juga program riil masyarakat yang tadi. Jadi meja negosiasi itu bukan hanya di meja negosiasi elitis, tapi juga berdampak terhadap meja kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Masduri menyampaikan bahwa MBG menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program prioritas Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang paling dirasakan manfaatnya MBG (27,6 persen),” kata Masduri.
Dari sisi popularitas, sebanyak 92,1 persen responden mengetahui program MBG.
“Program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka paling populer. Sebanyak 92,1 persen publik mengetahui program ini,” ujar Masduri.
Dari responden yang mengetahui MBG, sebanyak 55,6 persen menyatakan puas terhadap pelaksanaannya. Namun, penilaian mengenai ketepatan sasaran masih berimbang. Sebanyak 45,3 persen menilai program sudah tepat sasaran, sedangkan 46,3 persen menyatakan sebaliknya.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas makanan, menyempurnakan pendataan penerima, serta memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Dengan perbaikan berkelanjutan, MBG diharapkan semakin optimal dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan memperluas pemerataan manfaat program.
