Indonesia-Satu.com

Independen Terpercaya

Presiden Prabowo Sebut Investasi Ribuan Triliun Buka Jutaan Lapangan Kerja

JAKARTA – Investasi menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional di tengah upaya pemerintah Presiden Prabowo Subianto memperluas lapangan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi. Pemerintah mencatat realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester I 2026 dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia. Capaian tersebut mencapai 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan besarnya investasi yang masuk menunjukkan perekonomian Indonesia tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah melalui berbagai program prioritas. Investasi swasta turut menjadi mesin pertumbuhan yang menghasilkan aktivitas ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih, bukan,” tegas Prabowo.

Presiden menyebut realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp1.010 triliun hingga 2026, setelah pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun. Investasi tersebut turut membuka sekitar 2,7 juta lapangan kerja pada 2025 dan sekitar 1,4 juta lapangan kerja pada 2026.

Menurut Presiden, capaian investasi tersebut menjadi gambaran bahwa kebijakan pemerintah untuk menjaga iklim usaha dan menarik modal terus memberikan hasil. Investasi juga diarahkan agar memberikan manfaat langsung melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan kegiatan ekonomi di berbagai daerah.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menegaskan pemerintah tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi, tetapi memastikan modal yang masuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Jika kita berbicara tentang peran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, maka kita berbicara tentang strategic planning, bagaimana cara eksekusi yang baik dan juga insentif,” ujar Todotua.
Pemerintah mengarahkan investasi ke sektor hilirisasi untuk memperkuat industri domestik dan membangun rantai pasok nasional. Pada semester I 2026, investasi sektor hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menekankan pentingnya kualitas pelayanan pemerintah untuk menjaga kepercayaan investor.

“Layanan investasi menjadi kunci untuk meningkatkan iklim investasi. Semua telah membantu kita dalam menjaga iklim investasi dan menarik investasi baik dalam maupun luar negeri yang ujungnya menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” ujar Rosan.

Rosan juga mengingatkan kebutuhan penciptaan lapangan kerja terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Karena itu, pemerintah memperkuat layanan investasi agar modal yang masuk dapat segera diwujudkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Dengan capaian investasi yang terus tumbuh, kebijakan hilirisasi, serta pembenahan layanan perizinan, pemerintah menunjukkan arah pembangunan yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja. Langkah tersebut memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus membuka semakin banyak peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama perekonomian Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *