Indonesia-Satu.com

Independen Terpercaya

Jelang 2 Tahun Prabowo dan Asta Cita Perlu Dijaga sebagai Agenda Menuju Indonesia Emas

*) Oleh : Gavin Asadit

Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, agenda Asta Cita menjadi salah satu fondasi penting yang perlu terus dijaga sebagai arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Berbagai program yang telah berjalan perlu dipastikan memiliki kesinambungan agar visi pembangunan jangka panjang dapat diterjemahkan menjadi hasil yang semakin nyata bagi masyarakat.

Asta Cita tidak hanya menjadi agenda politik pemerintahan, tetapi telah diterjemahkan ke dalam prioritas pembangunan nasional 2025 – 2029. Delapan agenda tersebut mencakup penguatan ideologi dan demokrasi, ketahanan pangan dan energi, pembangunan sumber daya manusia, hilirisasi, pembangunan dari desa, reformasi hukum dan birokrasi, pemberantasan korupsi, hingga penguatan pertahanan dan hubungan internasional.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan, kesinambungan menjadi semakin penting. Program yang telah dimulai membutuhkan waktu untuk menghasilkan dampak, sehingga konsistensi kebijakan menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan tidak terputus di tengah jalan.

Salah satu fokus utama Asta Cita adalah pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah menempatkan peningkatan kualitas manusia sebagai investasi jangka panjang melalui penguatan gizi, kesehatan, pendidikan, keterampilan, serta akses terhadap kesempatan ekonomi.

Pembangunan SDM merupakan inti Asta Cita keempat dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai program pemerintah. Pendekatan pembangunan manusia dilakukan melalui siklus kehidupan, mulai dari pemenuhan gizi sejak dini, pendidikan bermutu, peningkatan keterampilan hingga penciptaan pekerjaan produktif.

Program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, revitalisasi sekolah, pemeriksaan kesehatan gratis, beasiswa, pendidikan vokasi, dan penguatan riset menjadi bagian dari implementasi agenda tersebut. Rangkaian program itu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Agenda pembangunan SDM juga memiliki kaitan erat dengan target Indonesia Emas 2045. Generasi yang saat ini berada di usia sekolah akan menjadi bagian penting dari angkatan kerja ketika Indonesia memasuki periode tersebut.

Karena itu, investasi pada pendidikan dan kesehatan tidak dapat dipandang sebagai program jangka pendek. Kualitas manusia akan menentukan kemampuan Indonesia beradaptasi dengan perubahan teknologi, meningkatkan produktivitas, menciptakan inovasi, dan bersaing dalam perekonomian global.

Di sektor ekonomi, Asta Cita juga mendorong penguatan industri nasional melalui hilirisasi. Pemerintah ingin kekayaan sumber daya alam tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi menghasilkan nilai tambah lebih besar di dalam negeri.

Ketua Umum Ikatan Alumni Lemhannas RI periode 2026–2031, Purnomo Yusgiantoro, menilai kebijakan hilirisasi perlu terus didorong hingga menghasilkan produk yang benar-benar sampai kepada pengguna akhir. Menurut Purnomo, daerah memiliki peran penting dalam memastikan potensi sumber daya alam dapat diolah menjadi kekuatan industri yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas.

Perkembangan investasi menunjukkan bahwa agenda hilirisasi mulai memberikan kontribusi terhadap perekonomian. Pada semester I 2026, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja. Investasi hilirisasi sendiri mencapai Rp300,1 triliun atau sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional.

Pemerataan pembangunan juga menjadi bagian penting dari Asta Cita. Pembangunan tidak hanya diarahkan kepada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga desa dan daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap infrastruktur maupun kesempatan ekonomi.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menilai desa perlu dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menurut Dudung, pembangunan desa merupakan bagian dari implementasi Asta Cita keenam yang menekankan pembangunan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Pendekatan tersebut menjadi relevan karena kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya berada di kota besar. Desa memiliki sumber daya alam, tenaga kerja, serta modal sosial yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru apabila mendapatkan dukungan infrastruktur, pembiayaan, teknologi, dan akses pasar.

Selain itu, agenda ketahanan pangan dan energi juga menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri di tengah ketidakpastian global. Kemandirian pangan dan energi dipandang sebagai bagian dari kekuatan nasional.

Ketahanan tersebut perlu diikuti dengan pembangunan industri yang kuat. Ketika produksi pangan, energi, dan berbagai kebutuhan strategis semakin mampu dipenuhi dari dalam negeri, Indonesia memiliki ruang lebih besar untuk menghadapi perubahan ekonomi global.

Di sisi lain, penguatan hukum, birokrasi, dan tata kelola pemerintahan tetap menjadi bagian penting dari agenda pembangunan. Program besar membutuhkan institusi yang mampu menjalankannya secara efektif, transparan, dan konsisten.

Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap agenda Asta Cita terus berjalan secara berkelanjutan. Evaluasi tetap diperlukan agar program yang belum optimal dapat diperbaiki, sementara program yang telah memberikan manfaat dapat diperluas.

Indonesia Emas 2045 bukan target yang dicapai dalam satu periode pemerintahan. Karena itu, fondasi yang dibangun hari ini perlu memiliki kesinambungan lintas waktu dan mampu diteruskan oleh pemerintahan berikutnya.

Menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kerja panjang dan kesinambungan. Asta Cita dapat menjadi pijakan bersama agar pembangunan Indonesia tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun manusia yang unggul, negara yang mandiri, serta masyarakat yang semakin sejahtera.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *