Indonesia-Satu.com

Independen Terpercaya

Tokoh Adat Ajak Masyarakat Jaga Papua Tetap Damai

JAYAPURA – Seruan untuk menjaga keamanan dan kedamaian tanah Papua terus menguat. Tokoh adat, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat mengajak seluruh warga untuk tidak terprovokasi oleh ajakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Komitmen tersebut sebelumnya disepakati dalam rapat besar para Ondofolo dari Sentani Timur, Sentani Tengah, dan Sentani Barat yang digelar di Kampung Hobong, Distrik Sentani Kota. Pertemuan itu menjadi wadah memperkuat peran pemimpin adat dalam menjaga persatuan, mendukung pembangunan, serta memastikan situasi di Kabupaten Jayapura tetap kondusif.

Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, mengatakan bahwa seluruh tokoh adat memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas daerah sebagai fondasi bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami menggelar rapat besar dengan tujuan utama membangun Sentani yang lebih baik ke depan. Kami ingin masyarakat hidup lebih sejahtera, sehingga dalam rapat ini akan diputuskan berbagai langkah yang berpihak kepada kemajuan masyarakat Sentani,” ujar Yanto Eluay.

Ia menegaskan bahwa keamanan menjadi modal penting agar pembangunan di berbagai sektor dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman bersama.

Ondofolo Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, menegaskan bahwa wilayah adat harus tetap menjadi tempat yang aman bagi seluruh masyarakat.

“Kami tidak akan mengizinkan adanya tindakan anarkis ataupun demonstrasi yang mengganggu ketenteraman di wilayah adat kami. Tanah ini adalah rumah besar bersama. Siapa pun yang datang dan tinggal di sini harus menghormati aturan adat yang berlaku,” tegas Anderson Tokoro.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan sehingga situasi yang aman dapat terus dipertahankan demi mendukung kemajuan Kabupaten Jayapura.

Senada dengan itu, Ondofolo Hedam Dasim Kleubeuw, Harly Ohhey, kembali mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Saya sudah menyampaikan kepada pihak kepolisian agar tidak mengizinkan rencana demonstrasi tersebut karena dikhawatirkan dapat berujung pada tindakan anarkis yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Harly Ohhey.

Ia juga mengimbau masyarakat Papua maupun warga dari berbagai daerah yang tinggal di Jayapura agar tidak mudah terhasut oleh informasi yang dapat memicu keresahan serta tetap mengedepankan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dukungan terhadap situasi yang aman juga disampaikan Bupati Jayapura, Yunus Wonda. Menurutnya, seluruh aktivitas masyarakat harus tetap berlangsung normal tanpa rasa takut maupun khawatir.

“Sebagai Bupati Jayapura, saya tidak mengizinkan aksi demo dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Jayapura tanpa alasan apa pun dan saya menginginkan situasi Kabupaten Jayapura tetap aman kondusif,” tegas Yunus Wonda.

Ia mengajak sekolah, gereja, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sambil terus menjaga suasana yang damai di Kabupaten Jayapura.

Ajakan serupa disampaikan mantan Ketua OPM Puncak, Kotoran Tabuni, yang meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai ajakan yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Saya mengajak adik-adik semua untuk tidak mengikuti demonstrasi. Jangan membuat keadaan menjadi panas. Papua membutuhkan situasi yang aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti biasa,” tutup Kotoran Tabuni.

Berbagai seruan tersebut menunjukkan kuatnya komitmen tokoh adat, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat untuk menjaga Papua tetap aman, damai, dan kondusif. Stabilitas yang terpelihara diharapkan mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas secara normal sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan di Tanah Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *