Indonesia-Satu.com

Independen Terpercaya

Kesehatan Fisik dan Mental Siswa Jadi Fondasi Kesejahteraan Bangsa di Masa Depan

Jakarta – Perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental peserta didik dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan manusia Indonesia yang unggul. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah, pemerintah mendorong penguatan layanan kesehatan sejak usia dini guna mendukung kualitas pendidikan sekaligus kesejahteraan bangsa di masa depan.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi langkah pemerintah menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan langsung di sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan peserta didik karena anak yang sehat akan lebih siap belajar dan berkembang.

“Program ini sangat baik karena menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan peserta didik. Anak yang sehat akan lebih siap belajar, berkembang, dan berprestasi,” kata Hetifah.

Selain kesehatan fisik, Hetifah menilai perhatian terhadap kesehatan mental siswa juga harus diperkuat di tengah meningkatnya tekanan tantangan sosial di lingkungan digital.

“Selain kesehatan fisik, kita juga perlu memberi perhatian besar pada kesehatan mental anak-anak kita. Tekanan akademik, perundungan, kecemasan, masalah keluarga, hingga tekanan sosial di lingkungan digital hari ini menjadi tantangan nyata yang dihadapi banyak siswa,” jelasnya.

Ia mendorong agar sekolah semakin diperkuat sebagai ruang yang aman, nyaman, dan suportif bagi perkembangan emosional peserta didik. Karena itu, program kesehatan sekolah dinilai perlu dilengkapi dengan skrining kesehatan mental dan penguatan layanan konseling.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” tegas Hetifah.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, mengatakan Program CKG menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun fondasi sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Menurutnya, kesehatan peserta didik akan menentukan kualitas generasi Indonesia di masa depan.

“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa. Ini juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Qodari.

Hingga awal Mei 2026, program kesehatan preventif ini tercatat telah menjangkau sekitar 4,8 juta siswa yang tersebar di lebih dari 48 ribu sekolah di seluruh penjuru Indonesia. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah dalam melakukan pemerataan akses layanan kesehatan bagi generasi muda, bahkan hingga ke wilayah terluar. #

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *