Stop Pakai Masker, BAHAYA!! - Indonesia Satu
PAMHI Kaji Ekspor dan Impor yang dilakukan SKK Migas dan Pertamina Kepada Singapura
29/02/2020
TERUNGKAP! Ternyata Virus Corona Sudah Ada Sejak Tahun 2003!
05/03/2020

Stop Pakai Masker, BAHAYA!!

Beberapa bulan terakhir dunia digemparkan oleh kemunculan virus baru yang berasal dari cina.

Virus baru ini kemudian dinamakan SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Di Indonesia penyebaran penyakit ini lebih dikenal dengan virus korona.

Pemberitaan di berbagai media masa baik cetak, elektronik maupun internet telah menyebabkan kepanikan di masyarakat. Meskipun hingga saat ini pasien yang resmi dinyatakan terkena penyakit korona di Indonesia baru dua orang, namun kepanikan masyarakat tidak dapat terbendung.

Dampak dari viralnya peredaran virus korona ini tak ayal mempengaruhi pasar sembako. Masyarakat yang panik berbondong-bondong menyerbu pasar untuk mencari cadangan sembako.

Selain barang-barang kebutuhan pokok, masyarakat dari berbagai kalangan telah berduyun-duyun menyapu habis masker dari peredaran hingga menyebabkan kelangkaan masker di berbagai daerah.

Akibat dari kelangkaan masker ini bahkan bermunculan kasus-kasus terkait penimbunan masker hingga pabrik masker ilegal.

Di berbagai wilayah termasuk di Indonesia, masker dianggap sebuah kebutuhan yang sangat vital untuk mencegah penyebaran virus korona. Namun apakah masker ini cukup efektif?

Kelangkaan atas ketersediaan masker bukanlah sesuatu yang baik, bukan karena banyak orang tidak mengenakan masker, jika sampai tenaga medis tidak mendapatkan akses terhadap masker, maka justru penyebaran virus akan semakin cepat.

Kelangkaan masker ini bahkan mendapat perhatian serius dari seorang Ahli bedah umum asal Amerika Jerome Adams yang menghimbau masyarakat agar berhenti membeli masker.

“Tolong berhenti membeli masker”. Cuitnya

“Masker-masker itu tidak efektif dalam mencegah penyebaran virus korona bagi masyarakat umum, tetapi kalau sampai para pekerja medis tidak dapat mendapatkanya pada saat menangani pasien, itu justru menyebabkan mereka dan masyarakat lebih beresiko”. Lanjutnya.

Adam juga menyebutkan bahwa cara paling baik dalam pencegahan penularan virus korona adalah dengan kebiasaan bersih, seperti mencuci tangan dengan benar dan menghindari keluar rumah jika anda sakit.

Penggunaan masker memang dapat memperkecil kemungkinan anda tertular  virus korona, namun jika kelangkaan masker yang beredar di pasaran justru akan membahayakan para pekerja medis, dan tentu malah menyebabkan penularan virus korona ini akan semakin luas. Lantas Kapan kita seharusnya mengenakan masker?

Dikutip dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berikut adalah

Empat kondisi yang disarankan untuk menggunakan masker.

  1. Jika anda sehat, anda hanya butuh menggunakan masker ketika menangani pasien suspek virus korona
  2. Gunakanlah masker jika anda batuk atau bersin-bersin
  3. Masker hanya efektif jika penggunaanya dikombinasikan dengan mencuci tangan secara berkala dengan pembersih tangan berbasis alkohol atau dengan sabun.
  4. Jika anda menggunakan masker maka anda harus tahu bagaimana cara mengenakanya dan bagaimana cara membuang masker tersebut dengan benar.

Selain tidak begitu efektif dalam pencegahan penularan virus korona, menyebabkan kelangkaan masker bagi yang benar-benar membutuhkan (doktor, perawat, pekerja medis, dll) keputusan anda untuk menggunakan masker juga bisa jadi justru berbahaya bagi anda.

Ketika anda menggunakan masker di tempat umum, anda akan merasa telah aman dari virus padahal justru sebaliknya. Rasa aman yang salah justru akan membuat anda kurang berhati-hati. Sering menyentuh wajah anda saat melepas dan mengenakan masker malah akan lebih berbahaya.

Saat para pekerja medis menggunakan masker, mereka mengetahui siapa-siapa yang sekiranya mengidap penyakit menular lewat pernapasan seperti korona ini. Hal ini membuat mereka lebih fokus terhadap asal dari risiko serangan virus dan juga menjadi fokus dalam pekerjaan yang sedang ditangani.

Selain itu, virus korona juga dapat menular melalui mata anda. Jadi sekalipun mengenakan masker, belum tentu juga anda akan aman dari penyakit ini.

Berusaha untuk melakukan pencegahan penyebaran virus bukanlah hal yang salah, sama halnya dengan keputusan anda untuk mengenakan masker.

Namun dalam hal penyebaran epidemik penyakit, ketika rasa takut dan kepanikan justru membutakan mata kita untuk melihat kenyataan dan apa yang lebih penting.

Kita seharusnya menyadari, setiap tindakan kita akan berdampak pada orang lain dan pada akhirnya juga akan berdampak pada diri kita sendiri. Oleh sebab itu cara terbaik untuk membantu meminimalisir penyebaran penyakit semacam ini atau paling tidak mengurangi dampak penyebaran virus korona ini adalah dengan menumbuhkan kesadaran akan siapa yang betul-betul perlu dilindungi lebih dulu. Para Tenaga Medis.

Coba bayangkan, ketika anda memutuskan untuk mengenakan masker, padahal anda tidak betul-betul membutuhkan, kemudian orang-orang disekeliling anda akan ikut melakukan yang sama. Hingga satu negara berbondong-bondong melakukan hal yang sama. Dan masker hilang dari pasaran, tenaga medis tidak lagi mendapatkan akses terhadap masker. Tenaga medislah yang akan tertular pertama kali. Dan mereka akan menularkan ke pasien-pasien yang lain. Dan pada akhirnya satu negara akan tertular, dan anda pun akan terkena dampaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *