Pentingnya Pak Menkes Menulis - Indonesia Satu
Final Match PMPL SEA S1, Bigetron Red Aliens Wakili Indonesia PUBG Mobile Word Championship 2020
04/05/2020
Pakde Didi dan Kebangkitan Lagu Jawa
05/05/2020

Pentingnya Pak Menkes Menulis

Pak menkes yang terhormat, kami seperti  diombang-ambing informasi diluar sana, keadaan pandemi virus corona sudah memberi katakutan yang lebih menyeramkan dari pada keberadaan “hantu”, corona sudah seperti malaikat “Izroil” yang sedang berkeliling mencari manusia-manusia yang tak patuh dengan anjuran pemerintahnya.

Pak menkes berikanlah pencerahan pada kami, kerja nyata pak menkes bukan dengan cara nongol dilayar kaca semata, jangan kau anggap selesailah sudah tugas karna telah menjenguk korban virus corona dirumah sakit”.

Walaupun tulisan ini tidak mewakili semuanyasemoga yang dongkol bisa bertindak lebih sabar, kayak gue, hehe”, agar masalah corona tidak melabar ke persoalan lain, pak menkes yang pastinya terhormat, rakyat butuh kepastian, ibarat perempuan yang  enggak ditembak-tembak cowo”, rakyat sudah terlalu banyak menyantap info, sangking banyaknya akhirnya rakyat lupa dengan anjuran pemerintah, jadinya kasus corona semakin hari, makin meningkat.

Pak Menkes harusnya bisa lebih proaktif dilapisan masyarakat bawah, berhubung indonesia dihuni jutaan penduduk, masyarakat kalangan bawah dari sabang sampai merauke, bisa jadi santapan empuk virus corona, karena lokasinya yang jauh, ditambah wawasannya  yang minim, bisa jadi orang pilek karena ke ujanan yang cuman butuh kerokan, malah di jauhi para tetangganya, ia kalo tinggal masih sama orang tua atau saudara, coba kalo tinggalnya sendirian, mau minta tolong sapa coba, bisa mati orang karena masuk angin.

Nyata dan langsung bisa dirasakan oleh rakyat, itulah yang mesti dilakukan pak Menkes, bukan malah sebaliknya, rakyat butuh panduan lansung dari pak Menkes, jangan ada orang lain yang boleh cawe-cawe masalah lain, kurangilah memberi informasi-informasi yang bisa menakutkan masyarakat.

Persoalan kesehatan ya dibawah tanggung jawab Menteri Kesehatan, bukan Menteri Perhubungan, apalagi Menteri Investasi dan Pariwisata, sebaiknya mereka diam-diam saja, ikuti saran dari menteri yang membidanginya, biarkan dia dengan bebas melakukan sesuatu, jikalau ada yang menakut-nakuti dengan corona, rakyat bisa menyampaikan perkataan pak Menkes untuk tidak takut ancamannya.

Kami butuh pencerahan dari pak Menkes, rakyat hanya ingin kehidupan normal seperti sedia kala, agar semuanya dapat berkumpul kembali, membincangkan masa depan tanpa ada takut,  jangan biarkan rakyat membenci mahluk hidup macam corona karena yang menciptakan adalah tuhan, pak Menkes sebagai orang yang memimpin dibidang kesehatan tentu lebih faham cara menangani mahluk biologis itu.

Perasaan rakyat memang tidak dapat dibohongi, begitu besar ketakutannya membuat sebagian orang berlomba bertindak curang, dia menjadi tidak perduli dengan kehidupan orang lain, jangan karena ingin untung kebaikan hatinya menjadi sirna.

“Pliis” pak Menkes harus menuliskan sesuatu untuk menenangkan hati rakyat, relakah fikiran rakyat tercekoki hal-hal yang tidak meyakinkan?, tentunya pak Menkes jangan takut oleh  elit yang sedang gaduh, karena kerugian yang dialami bisnis mereka, pak Menkes harus tetap fokus urusi rakyat kecil yang berkeliaran di sudut kota, mereka sedang mencari kepastian hidup, mereka sangat rantan tertulari oleh penyakit, terutama corona.

Rakyat tidak ngin ada  orang yang tiba-tiba datang menggeruduk, dia tiba-tiba marah, karena kesalahan kecil yang sebenarnya rakyat tidak mengerti, jangan sampai  rakyat yang disalahkan. Kami yakin tidak semua patugas itu tahu, hanya pak Menkes, yang dapat mengingatkan mereka-mereka itu.

Pak Menkes bisa lihat dipasar, dijalan-jalan, semuanya sudah memakai masker yang langka dan harganya tidak murah, kalau tidak salah pak Menkes pernah mengatakan, “yang memakai masker hanya orang sakit”. Apa itu artinya mereka sudah?, “sudahlah lupakan  anggap ini hanya sebatas canda”, masyarakat hanya mampu meniru, walaupun ada corona, perkataan kebersihan adalah bagian dari iman, sepertinya tidak dijalankan oleh rakyat.

Rakyat yang harus beraktifitas di dalam rumah, dirasa hanya akan menguntungkan sebagian pihak, pak Menkes coba cek di tempat kos-kosan, anak muda semakin asyik menikmati aktifitas mereka di kamar kos, mengikuti anjuran pemerintah dengan pasangannya yang bukan muhrim. “hehehe”.

Rakyat memang tidak punya tempat yang aman untuk berlindung dari ancaman virus corona ini, harapannya dengan tulisan pak Menkes, paling tidak dapat menenangkan perasaan rakyat yang takut, ditengah ketidak pastian hidup, pak Menkes bisa ajak generasi rebahan untuk menyampaikan informasi asli dan langsung kepada ibu dan ayah di seluruh indonesia.

Rakyat  yang masih diluar rumah bukannya tak takut, ancaman bahaya corona, harus sedikit dikesampingkan, karena mereka hanya ingin bertahan hidup, jangan marahi mereka, mereka sebenarnya terpaksa, yang mesti di marahi adalah mereka-mereka yang lupa menjaga diri dan lupa untuk berbuat kebaikan.

Semua orang berkata tetang bahaya virus corona entah dari mana bisa tahu, apakah sudah terjadi penurunan korban?, mungkin sekedar informasi belum mampu membuat rakyat mengerti cara ampuh untuk menghadapi corona.

Kami yakin bukan masker atau Hand Sanitaizer yang bisa menyelamatkan nyawa jutaan  rakyat dari bahayanya virus corona, kebenaran informasi dan niat yang tulus pak Menkes lah yang bisa menolong rubuan nyawa rakyat, walaupun banyak beredar penelitian ahli yang berbentuk jurnal dan karya ilmiah, itu hanya sebatas anjuran, yang mengertipun kalangan mereka saja, pada akhirnya rakyat tetaplah manusia yang tidak mengerti apa-apa.

Rakyat bosan dengan semua pemberitaan yang simpang siur diluar sana, kami yakin apa yang disampaikan di media bukan murni suara hati dan ketulusan, yang ada hanya tuntutan pekerjaannya, maka kami ragu bisa menikmati hari esok.

Jangan biarkan rakyat berpersepsi sendiri-sendiri,  penanganan virus harus terkontrol dengan nyata, mulai dari tingkat pusat sampai RT/RW harus dikontrol, jangan ada yang keluar dari lindungan negara, terutama kemuliaan hati pak menkes.

para petinggi yang tengah berdialog harus punya dasar yang jelas, menyangkut kesehatan, maka rekomendasinya juga sangat berkaitan dengan kesehatan, bukan sasaran politik atau ekonomi yang sama sekali tak berkolelasi dengan yang terjadi, wabil khusus untuk politisi yang sedang komentar, jangan menarik masalah kesehatan kearah politik praktiktis, karena rakyat butuh kepastian, gunakanlah bahasa yang dipahami rakyat, jangan hanya ingin dinilai pintar, sehingga politisi lupa dengan ucapannya, karena mereka di lihat oleh rakyat yang jauh dari dunia pendidikan.

Dede MY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *