Pembimbing Akademik - Indonesia Satu
Tokoh Pendidikan Labuhanbatu Ade P. Nasution dirikan perpustakaan umum di desa-desa
02/07/2019
Ahli biologi molekuler, C. W. Johnson temukan molekul pemakan plastik
04/07/2019

Pembimbing Akademik

Pagi ini saya bertemu dengan mahasiswa ESy IAIN Metro angkatan 2012. Bayangkan sudah 14 semester masih ada anak-anak yang belum lulus kuliah. Saya mulai berpikir substansi, ada apa dengan 18 mahasiswa ini, dan kenapa tidak lulus-lulus? Setelah masuk group whatsapp mereka, saya mulai memahami rumitnya bertemu dengan birokrasi dan para pembimbing. Di sisi lain, memang mereka ada yang malas dan juga ada tanggungan lain di keluarga mereka.

Saya ingin membahas kenapa pada posisi ini, peran Pembimbing Akademik (PA) sangat penting. Setahu saya PA itu dibayar 25 ribu per anak per semester. Ya angka ya tidak cukup besar menurut saya. Namun jika dikalikan 50 anak bimbingan PA berarti saya menerima Rp. 1.250.000,- per semester. Lalu bagaimana jika dari semester ke semester saya tidak membimbing, mengarahkan namun saya tetap dibayar, bahkan sampai anak tidak lulus kuliah sampai semester lansia?

Roadmap Buku pedoman yang harus dipecahkan institusi sampai prodi. Ada PA yang baru tahu kalau yang tertangkap narkoba, mesum dan lainnya adalah bimbingannya. Ada juga yang mahasiswa memang tidak mau dibimbing sejak awal dan cenderung mengabaikan dosen PA nya. Buku Pedoman adalah kunci. Merumuskannya harus dengan sumber referensi yang memadai dan masuk akal untuk dipraktikan.

Kenyataan Perguruan Tinggi tingkat lokal seperti IAIN Metro adalah membangkitkan tradisi literasi mahasiswa. Kenapa? Kendala diakhir adalah skripsi, jika dosen dan mahasiswanya tak cakap menulis untuk apa membahas skrispi. Padahal skripsi masih dianggap produk terakhir di kampus ini. Di kampus lain produk akhir malah lebih baik seperti Jurnal, produk tulisan hasil pengabdian, bahkan produk teknologi terapan. Pagi ini saya bertemu 6 anak mahasiswa yang masih punya semangat menuntaskan skripsi, kendala utama adalah menulis itu sendiri. Di kampus swasta saya banyak melihat perjokian skripsi oleh dosen dan mahasiswa. Di IAIN Metro silahkan jika ada yang bisa mengungkap.

Pedoman akademik harus merumuskan apa saja peran dosen PA sejak awal. Misal membuat kelas menulis dari semester 1-3. Wajib membuat tulisan ringan opini dan juga mewajibkan mereka membaca opini-opini koran lokal. Kenapa begitu? Ini adalah point ringan dalam menanamkan budaya menulis dengan membaca artikel pendek di awal. Selanjutnya bisa meresensi jurnal, buku atau novel. Jika dosen PA kesulitan waktu dengan berbagai kesibukan, dosen bisa kolaborasi dengan komunitas tertentu dan memberi sebagian honor PA per semester kepada komunitas literasi.

Mahasiswa Esy IAIN Metro ada 1000 lebih mahasiswa, artinya ada dana 25 juta tiap semester yang dapat mendukung terbentuknya iklim literasi dan mendorong tumbuhnya mahasiswa yang progresif menulis. Ini baru prodi ESy IAIN Metro, belum ditambah prodi yang lain yang jumlahnya 8000 mahasiswa lebih. Memang tidak mudah mengajak semua dosen, tapi ini akan berdampak signifikan bagi mahasiswa di masa depan. Saya pribadi bahkan bisa mengeluarkan dari kantong sendiri lebih dari 2 juta tiap semester untuk kelas-kelas kreatif. Baik di komunitas, mahasiswa PA, dan kegiatan lainnya.

Selanjutnya pelatihan disemester 4-6 bisa meningkat ke skill digital. Diantaranya kelas desain grafis, video maker, animasi, media digital dan lainnya. Alangkah lebih baik lagi jika antar dosen kolaborasi membimbing. Menghemat waktu, terarah dan hasilnya akan merata ke semua anak. Buku pedoman akademik juga mengatur ini, jika mahasiswa tidak mengikuti aturan kelas informal maka ada aturan yang mengikatnya.

Melihat wajah-wajah mahasiswa angkatan 2012 ini saya sedih dan prihatin. Kurangnya inovasi kebijakan dalam pendidikan. Dan sikap birokrasi yang kurang humanis dalam pelayanan menjadikan pendidikan adalah budaya ketakutan dan kekerasan. Ini belum membahas soal kasus-kasus pungli, pelecehan seksual, dan bermacam persoalan yang kita sebagai dosen memilih menutup mata karena malas mencampuri urusan dosen lain. Namun saat saya menjadi ketua jurusan seperti ini, saya akan mulai berbenah untuk kebaikan bersama. Karena menanamkan nilai pancasila bukan karena kita 1 Juni upacara, tapi jika kita berusaha mengamalkannya.

Dharma Setyawan
Kajur Ekonomi Syariah IAIN Metro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *