Nusa Peninda, surga kecil di tenggara Bali - Indonesia Satu
Cerita tentang tangan-tangan tak bertuan di Lampung
29/12/2018
Anies Baswedan: sampaikan ide dan mimpi teman-teman untuk Jakarta lewat forum Rembuk RW – Musrenbang 2019
30/12/2018

Nusa Peninda, surga kecil di tenggara Bali

Tak ada habisnya ketika berbicara tentang keindahan alam Indonesia, kali ini Nusa Penida menjadi pilihan menghabiskan akhir tahun melepas penat dari segala rutinitas.

Surga kecil di tenggara Bali ini menjadi destinasi favorit saat ini. Banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang untuk melihat langsung keindahan Maha Karya Tuhan.

Dibalik keindahannya, ternyata persoalan tentang sampah masih menjadi momok yg begitu memprihatinkan, bagaimana tidak di setiap sudut di pulau ini ternyata banyak sekali sampah-sampah para wisatawan. Selama ini memang tak pernah tertangkap mata lensa.

Berbicara tentang persoalan sampah, sya kira semua harus dimulai dari komitmen terhadap diri sendiri. Karena tanpa itu rasanya sulit sekali untuk merubah kebiasaan buruk yg selama ini kita lakukan. Ya, komitmen. Komitmen menjaga keberlangsungan hidup demi kita dan anak cucu kita nanti. Alangkah sedihnya bila 5-10 tahun kedepan surga kecil ini tak lagi seindah hari ini, hanya karena sampah yg sebenarnya bisa sama-sama kita atasi dengan komitmen yg dimulai dari diri kita.

Dimulai dari yg paling sederhana, dengan mengurangi penggunaan plastik. Dengan membawa botol minummu sendiri, kamu sudah berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik. Menggunakan sedotan yg tidak berbahan plastik, seperti sedotan berbahan stainless steel. Dua hal sederhana ini dampaknya luarbiasa sekali.

Kalian harus tau kedua sampah plastik dari botol minuman plastik dan sedotan plastik menyumbang angka yang besar terhadap sampah yg ada dibumi.

Kepada pemerintah dan juga pengelola tempat wisata, harus turut berkomitmen untuk menyediakan tempat-tempat sampah disekitar area wisata. Dan pemerintah sebaiknya mulai membuat aturan mengenai penggunaan plastik.

Yuk, mulai dari diri sendiri dan mulai dari hal-hal sederhana.

Fanny Fatwati Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *