Less is more - Indonesia Satu
Sang pemerkosa pikiran
02/11/2019
Labuhanbatu harus punya indentitas budaya?
11/11/2019

Less is more

Atap JPO lawas di Sudirman ini dihilangkan dan memberikan pengalaman baru bagi penggunanya. Kini pemandangan pencakar langit di sekitarnya tampak jelas dan memberikan pengalaman berjalan yg menyenangkan bagi siapa pun yang menyeberang.

Keunikan koridor Sudirman adalah adanya jejeran gedung pencakar langit. Tapi selama ini, justru unsur pemandangan gedung tinggi tidak ditonjolkan sebagai unsur pengalaman saat berjalan kaki di koridor Jalan Sudirman ini. JPO itu kini berfungsi ganda sebagai anjungan melihat lansekap megahnya koridor Sudirman.⁣⁣

Jika JPO ini menghubungkan areal indoor dengan indoor, misalnya antara dua bangunan gedung, maka penutup/atap memang menjadi keharusan. Tapi JPO menghubungkan antara dua areal yang sama-sama outdoor dengan outdoor, maka memang JPO ini adalah bagian dari outdoor/ruang terbuka.

JPO ini juga tidak ada halte TJ di tengahnya sehingga tidak ada antrean dan lebih lengang, maka bisa dibuat lebih terbuka. Di dekat JPO sudah terdapat stasiun MRT Setiabudi Astra sebagai alternatif penyeberangan.

Semalam saya juga sempat menyeberang di JPO ini, cuacanya masih rintik-rintik hujan, merasakan sensasi yang berbeda lagi.

Apakah teman-teman ada yang melewati JPO ini sehari-hari? Ceritakan, foto, videokan pengalamannya dan bagikan.

Anies R. Baswedan

Foto: IG darisarch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *