Kohati Badko HMI Sumbagsel: MPK PB HMI, segera bersihkan tindakan amoral dari rumah kita HMI - Indonesia Satu
Wow, di Kebumen “Sandal Jepit” jadi mahar
02/01/2019
Dzikrina Aqsha Mahardika, Ketum Kohati Badko Jateng-DIY tegaskan Saddam mundurlah dari Ketum PB HMI
08/01/2019

Kohati Badko HMI Sumbagsel: MPK PB HMI, segera bersihkan tindakan amoral dari rumah kita HMI


Baturaja – Permasalahan tindakan amoral yang melibatkan Ketum PB HMI, Respiratori Saddam Al Jihad ditanggzpi serius oleh Korps HMI Wati Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Bagian Selatan (KOHATI Badko HMI Sumbagsel).

Ema Ratnasari, Ketum Kohati Badko HMI Sumbagsel menyatakan beberapa poin untuk ditindak lanjuti.

  1. Kami Kohati Badko HMI Sumbagsel mendesak MPK PB HMI segara mungkin bersikap tegas dan professional untuk mengambil penyelesaian sebagaimana diatur dalam Konstitusi HMI.
  2. Mendesak MPK PB HMI untuk bersikap tegas dan professional serta segera mengambil langkah-langkah penyelesaian sebagaimana yang telah diatur dalam Konstitusi HMI pasal 14 AD HMI serta pasal 41, 42, dan 43 ART HMI. Karena merusak marwah HMI dan mencoreng nama baik keluarga besar HMI.
  3. Sampai dengan saat ini, tidak ada penjelasan dari Respiratori Saddam Al Jihad atas tindakan amoral tersebut. Dan hal ini bertentangan dengan pasal 3, 4, dan 5 AD HMI serta pasal 6 (ayat 1 dan 3), dan pasal 20 (ayat 4) ART HMI.
  4. Dan terjadinya reshuffle kepengurusan PB HMI, dimana Respiratori Saddam Al Jihad mengangkat unsur pimpinan Sekretaris Jenderal yang sudah masuk dalam kepengurusan MN KAHMI dan perempuan SOKSI dalam hal ini menjabat sebagai anggota departemen Kajian Amerika dan Eropa. Hal itu bertentangan dengan pasal 4 (ayat 5 dan 6) dan pasal 9 ART HMI.

Kemudian, Ema mengajak seluruh fungsionaris PB HMI dan Kohati PB HMI untuk berperan aktif menyelesaikan masalah dugaan kasus amoral yang dilakukan saudara Respiratori Saddal Al Jihad, dan kepada seluruh kader HMI di seluruh Indonesia untuk mengawal kasus ini demi menjaga marwah organisasi dan tegaknya konstitusi HMI.

Purnama Aulia Khairani Sihombing, Sekretaris Umum Kohati Badko HMI Sumbagsel menambahkan bahwa permasalah ini bukan permasalan sepele. Ketegasan menegakkan Konstitusi merupakan jiwa itu sendiri di HMI.

“Tingkat kewarasan kita diuji dalam permasalahan ini. Oleh karena itu kami mengajak seluruh Fungsionaris PB HMI, dan seluruh kader HMI di Indonesia mengawal sampai tuntas demi menjaga marwah organisasi dan tegaknya konstitusi HMI.

Purnama menegaskan permasalah moralitas didalam internal ini jauh lebih utama dan penting. Jangan terbalik berfikirnya, “Kita selalu mempersoalkan moralitas pejabat publik. Namun kering berjuang membersihkan moralitas internal sendiri yang kotor”

Dan apabila terbukti atas informasi kasus yang beredar yakni dugaan tindakan amoral yang dilakukan oleh saudara Respiratori Saddal Al Jihad maka kami meminta kepada saudara Respiratori Saddal Al Jihad untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PB HMI periode 2018-2020, imbuh Ema.

“Oleh karena itu, kami Kohati Badko HMI Sumbagsel menyatakan dengan tegas mosi tidak percaya kepada Ketua Umum PB HMI dan mendesak MPK segera selesaikan sebelum permasalahan ini semakin menyebar, bukan hanya nama baik PB HMI yang dipertaruhkan tapi ini menyangkut keperempuanan khususnya Kohati se-Nusantara” akhiri Ema dan Purnama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *