Ekonomi Masyarakat - Indonesia Satu
Siapa Aku???
01/11/2019
Sang pemerkosa pikiran
02/11/2019

Ekonomi Masyarakat

Tidak kurang dari sepuluh abad yang lalu agama Islam masuk ke indonesia. Pada dasarnya kedatangan Islam dan cara penyebarannya kepada golongang bangsawan dan rakyat umumnya dilakukan dengan cara damai, melalui perdagangan dan dakwah oleh para mubalig atau orang-orang alim. Kehidupan yang aman dan damai menjadi berubah setelah datangnya bangsa eropa yang mencari barang dagangan berupa rempah-rempah dan hasil bumi lainnya.

Sejarah indonesia yang di perjuangkan oleh rakyat telah berhasil merebut kemerdekaan dengan memakan waktu yang banyak, serta korban jiwa yang cukup banyak. Indonesia sebagai negara kepulawan tentu memiliki segudang potensi, mengingat sumberdaya alam adalah kebutuhan hidup manusia, indonesia menghasilkan minyak, menghasilkan emas, bahkan indonesia punya laut yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Walaupun Indonesia sudah menjadi salah satu pengekspor barang, namun nyatanya indonesia masih tergantung dengan impor, jika dibandingkan persentasenya, sebagian besar masyarakat indonesia menggemari prodak impor ketimbang prodak lokal, walaupun alasannya bisa ditebak.

Negara berkewajiban untuk memaksa masyarakat agar lebih mengutamakan pemakaian prodak asli lokal, untuk memangkas ketergantungan impor, meningkatkan prodak lokal harus dibangun dari dalam, dengan dukungan yang seperti itu maka bukan tidak mungkin prodak lokal tentunya tidak kallah kualitasnya dengan prodak luar impor.

Infestasi di indonesia sangat terbuka lebar, sangking terbukanya keberadaan usaha kecil semakin terdesak, menjamurnya bisnis ritel dan makanan telah memberi pengaruh pada situasi sosial masyarakat, selain pengusaha kecil semakin terdesak, sikap dan perilaku masyarakatpun ikut terpengaruh, budaya lokal menjadi terkikis, karena semua sudah terkontaminasi oleh budaya luar yang tidak cocok, seharusnya budaya lokal sebagai pemersatu masyarakat, namun menjadi hilang seiring dengan masuknya budaya luar.

Minimnya inovasi dan motivasi pemerintah telah membuat masyarakat terpisah dari pungsinya sebagai bagian dari bangsa, pemerintah tidak akan bisa membangun negara tanpa dibantu oleh masyarakatnya, mulai dari penertiban data atau permukiman masyarakat misalnya, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, pemerintah perlu masyarakat untuk merealisasikan peraturan itu, jika masyarakat membantu maka pemerintah pun pekerjaannya menjadi ringan.

Problem  Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) yang tidak kunjung usai, hal itu telah memperlihatkan bahwa situasi indonesia memang dalam keadaan buruk, ditambah dengan liberalisasi Ekonomi, semuanya hanya akan memikirkan dirinya sendiri dan kelompoknya. Indonesia tengah dilanda krisis kepercayaan yang akut, jangankan berbicara inovasi yang tumbuh dari masyarakat bawah, sesama pejabatnyapun saling berebut, khawatir inovasi salah satu pejabat akan melunturkan pengaruh pejabat lain.

Semua sepakat muaranya karena faktor distribusi Ekonomi yang tidak merata, karena indonesia yang gagal memperjuangkan Ekonomi kerakyatan, maka resikonya indonesi sangat terpengaruh oleh kebijakan Ekonomi internasional, terutama keadaan Ekonomi negara maju. Lalu bagaimana Ekonomi Islam bisa membangun ekonomi bangsa?

Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam

Sejak awal Islam diturunkan untuk memperjuangkan nasib masyarakat kecil yang tersisihkan oleh orang-orang yang lupa terhadap nasib orang lain, Nabi Muhammad sebagai utusan tuhan telah mencontohkan bagaimana perjuangannya untuk membebaskan orang yang terlilit persoalan Ekonomi, mulai dari memerdekakan budak, sampai dengan menghapus monopoli ekonomi bangsa tertentu atas bangsa lain.

Semua perjuangan Rasulullah sangat penting untuk dicontoh, bagi umat muslim yang mengaku cinta dengan ajaran Rasulullah tentu harus mengikuti jejak perjuangannya, keberhasilan Rasulullah ketika berkuasa adalah menertibkan perekonomian masyarakat dalam keadaan yang stabil, semua terintegrasi dengan baik, pasalnya asas perlindungan bagi pelaku usaha baik pedagang maupun petani begitu diperhatikan, Rasulullah pernah marah dengan pedagang yang menjual kurma dengan kualitas rendah dicampur kurma yang berkualitas tinggi, sehingga pembeli bisa dirugikan karena perilaku culas itu.

Dibidang keuangan, prinsip Ekonomi Islam menempatkan uang sebagai alat tukar, jadi jumlah uang memang dipergunakan untuk aktivitas sehari-hari, tidak seperti sekarang, uang ditumpuk di Bank dengan tujuan asuransi atau sebagainya, maka sebenarnya arus uang menjadi tidak lancar, sehingga bisa beresiko pada Inflasi.

Ekonomi Islam sangat menghargai harkat dan martabat manusia, dalam pekerjaan apapun, semua dibayar sesuai resiko pekerjaannya, bukan pada bidang pekerjaan tertentu, yang dikedepankan adalah motifasi dan inovasi, sehingga tujuannya jelas, untuk menciptakan kemajuan bersama.

Uang bukan sesuatu hal yang lebih berharga dari harkat martabat manusia, keberadaan uang sebagai alat bantu dalam proses perekonomian hanyalah sebagai pelantara saja, maka uang tidak bisa membeli harga diri seseorang, sekalipun orang itu sudah iklas untuk dibeli.

Ekonomi Islam  selalu memperhatikan keadaan masyarakat, melalui lembaga zakat yang menghimpun dana umat, dana tersebut harus didistribusikan, sasarannya adalah masyarakat kurang mampu untuk diangkat perekonomiannya, maka harapaknya dengan dana zakat, persoalan ekonomi akan bisa segera diatasi.

Ajaran Ekonomi Islam selalu mengutamakan sikap jujur dan mengedepankan manfaat atas sebuah barang, bagi pembisnis dalam bidang apapun senantiasa harus jujur ketika menawarkan barang dagangannya kepada pembeli. Ketika Rasulullah berdagang, beliau menceritakan kondisi fisik barang yang akan dibeli oleh pembeli, setelah pembeli tahu kondisi barang tersebut, maka pembeli dipersilahkan untuk memutuskan, apakah ia tetap akan membeli atau tidak.

Indahnya Islam mengatur perekonomian mengajarkan manusia untuk berbuat bebas, “sebebas bebasnya”, semua orang berhak tahu sebelum pilihan dijatuhkan, maka prinsip ekonomi Islam adalah menjaga perekonomian agat bebas bergerak kemanapun tanpa dikontrol untuk sebuah kepentingan terselubung oknum tertentu, siapapun dilarang dengan keras mengatur nasib dan kehidupan orang lain, karna sesungguhnya yang berhak mengatur adalah Allah swt.

Prinsip Ekonomi Islam tidaklah membangun kesan dimata pembeli, maka metode promosi atau pengiklanan pun tidak cendrung melebih-lebihkan, yang biasa ditemui dalam promosi barang-barang kebutuhan pokok yang cenderung berlebihan sebenarnya bisa masuk karegori berbohong, hal itu sangat bertentangan dengan prinsip Ekonomi Islam.Berharap ekonomi Islam bisa di bumikan, maka sudah kewajiban umat Islam untuk memulainya dari sekarang. Semoga bermanfaat…!!!!


Dede M. Yusuf,
Mahasiswa Pascasarjana IAIN Metro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *