Buang Bayi-"Saya korban perkosaan" - Indonesia Satu
Perangi Informasi Sesat Seputar Corona, WHO Gandeng Raksasa Teknologi Dunia
06/03/2020
KEREN! Indonesia Punya Taxi Terbang!
08/03/2020

Buang Bayi-“Saya korban perkosaan”

Warga Simpang Hutababagasan Tapanuli Utara digegerkan dengan penemuan sesosok bayi laki si samping rumah seorang warga.

Bayi malang ini pertama kali ditemukan oleh Marsaulina Nasaban(52) menangis di samping rumahnya.

Dari keterangan Marsaulina ia menemukan bayi tersebut ketika sedang membuang sampah dan mendengar suara tangisan bayi, ia lantas mencari sumber suara tangisan tersebut.

Kejadian ini terjadi pada tanggal 5 maret 2020 sekira pukul 20.15 Wib.

Kejadian penemuan sesosok bayi malang ini kemudian dilaporkan ke polres tapanuli utara.

Kasubbag Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing saat ditemui di tempat kejadian menerangkan bahwa selain bayi tersebut juga ditemukan secarik surat yang diduga ditulis oleh ibu sang bayi.

“Bayi berjenis kelamin laki-laku tersebut diletakkan di samping rumah sebelah kanan MN.” Ujar baringbing.

Dari secarik surat tersebut diketahui bahwa sang ibu adalah korban kekerasan seksual dan tak mampu mengasuh bayi itu lantaran tidak memiliki perkerjaan.

Melalui susat itu sang ibu berharap agar bayi tersebut dirawat oleh orang yang menemukanya.

“Bapak/Ibu yang menemukan bayi ini, saya minta tolong, tolong rawat bayi saya. Saya tidak bisa mengasuhnya karena hidup saya sebatang kara.” tertulis dalam surat sang ibu.

Dalam surat tersebut juga sang ibu menerangkan bahwa ia hanyalah seorang peminta-minta yang hidup sebatang kara dan tidak memiliki tempat tinggal.

Sang ibu telah berusaha menitipkan bayi malang itu ke panti asuhan, namun ditolak lantaran dirinya tidak memiliki tanda pengenal.

Dalam surat tersebut juga tertuliskan tanggal lahir sang bayi, yaitu 27 Desember 2019, diberinama Maildan Azka, dan beragama islam.

Baringbing menambahkan bahwa kondisi bayi tersebut dalam keadaan sehat dan sedang dalam penanganan oleh Puskesmas Paniaran. 

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Tapanuli utara untuk perawatan bayi tersebut kedepan.” Ujar Walpon Baringbing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *