Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah berkomitmen untuk melakukan penguatan dibidang pendidikan dengan membangun 10 Kampus Kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Untuk mewujudkan hal itu, Presiden Prabowo akan menggandeng 24 Universitas di Inggris Raya.
Hal tersebut diungkapkan Presiden dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di London, Selasa 20/01/2026, sebagaimana disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram resminya @sekretariat.kabinet.
“Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London,” kata Seskab Teddy saat dikonfirmasi melalui pesan yang diterima di Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung selama sekitar dua jam itu dihadiri 30 profesor perguruan tinggi papan atas di Inggris.
Di hadapan para akademisi tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan universitas-universitas Inggris, baik melalui pengembangan kampus di Indonesia maupun kolaborasi langsung di Inggris.
Mereka yang hadir, antara lain mewakili King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, Queen Mary University, serta universitas unggulan lainnya.
Presiden juga menekankan bahwa pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri serta pembangunan dan penguatan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri menjadi prioritas, khususnya pada bidang kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics.
“Pengiriman mahasiswa ke luar negeri serta pembangunan universitas tersebut di Indonesia terutama dalam bidang kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), menjadi fokus utama Presiden Prabowo,” kata Seskab Teddy.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Inggris yang telah menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas di Indonesia.
Kerja sama ini dinilai penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus mendukung target agar universitas-universitas baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada 2028 dengan standar kualitas dan lingkungan kampus yang aman serta menarik bagi tenaga pengajar internasional.
Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi sebagai bagian dari strategi pemerintah memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis nasional.
Kepala Negara mengatakan kondisi Indonesia masih kekurangan tenaga medis, dengan produksi sekitar 9.000 dokter per tahun, sementara kebutuhan terus meningkat seiring banyaknya dokter yang akan memasuki masa pensiun.
Diharapkan dengan peningkatan pembangunan 10 Universitas Kedokteran dan STEM, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan untuk pelayanan kesehatan yang maksimal.












Leave a Reply